Apresiasi Pakatuan: Simbol Penghormatan bagi Tokoh-Tokoh Berjasa untuk Bangsa dan Gereja
Elly Wati Simatupang
Jurnalis
suaralintasnusantara.com – Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, Persekutuan Hamba Tuhan Kawanua (Pakatuan) menggelar Perayaan Natal, Kuncitaon, dan Apresiasi Pakatuan di GPdI Filadelfia, Kelapa Gading, Jakarta...
suaralintasnusantara.com – Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, Persekutuan Hamba Tuhan Kawanua (Pakatuan) menggelar Perayaan Natal, Kuncitaon, dan Apresiasi Pakatuan di GPdI Filadelfia, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Sabtu (1/2/2025).
Dengan mengusung tema “Ba Kuat Torang”, acara ini menekankan pentingnya persatuan serta penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjasa bagi gereja dan bangsa.
Acara diawali dengan pujian dan penyembahan, dilanjutkan dengan kesaksian pujian dari beberapa peserta undangan.
Suasana ibadah semakin khusyuk saat Ketua Umum Pakatuan, Pdt. Shephard Supit, menyampaikan Firman Tuhan yang diambil dari Efesus 6:10: "Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.”
Dalam khotbahnya, Pdt. Shephard Supit menegaskan bahwa dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, umat Kristen harus tetap teguh dalam iman dan bersandar pada kekuatan Tuhan.
Salah satu momen istimewa dalam perayaan ini adalah pemberian apresiasi kepada tokoh-tokoh Minahasa yang telah memberikan kontribusi besar bagi gereja dan bangsa. Penghargaan tersebut diterima secara simbolis oleh keluarga para tokoh, antara lain:
• Pdt. John Hus Lumenta (mantan Sekum MP GPdI), diwakili oleh putrinya Lidya Lumenta
• Pdt. Benny Semen (Gembala GKMI Jakarta), diwakili oleh putrinya Pdt. Debbie Semen
• Henk Ngantung (mantan Gubernur DKI Jakarta), diwakili oleh putrinya Genny Ngantung
• Benny Tengker (mantan Ketua Umum K3), diwakili oleh putrinya Angelica Tengker
Dalam sambutannya, Angelica Tengker menekankan bahwa penghargaan ini bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi muda agar meneladani perjuangan para tokoh terdahulu.
“Melalui penghargaan ini, generasi muda dapat belajar dari perjalanan hidup mereka. Semangat, ketekunan, serta kepercayaan mereka kepada Tuhan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Kegiatan semacam ini tidak hanya mengenang jasa mereka, tetapi juga mengajak kita untuk terus melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan,” ujarnya.
Acara ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk M.S. Hidayat, Ketua Umum Posko Kemenangan Rakyat (PKR), yang menyampaikan rasa hormat atas kesempatan yang diberikan untuk hadir dalam acara ini.
“Saya datang di acara Pakatuan dengan penuh rasa hormat. Kegiatan ini menunjukkan pentingnya menjaga keberagaman, kerukunan, dan keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Terima kasih untuk kesempatan yang luar biasa ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Pdt. Glen Glody Rihi Hina, Ketua DPW PSPI-R DK Jakarta, menilai bahwa acara ini bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga merupakan sarana edukasi bagi generasi muda untuk lebih memahami sejarah dan perjuangan para tokoh Minahasa dalam membangun Indonesia.
“Acara Pakatuan ini merupakan inisiatif yang sangat positif dalam memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh yang telah berjasa. Pemberian penghargaan ini menjadi pengingat bahwa sejarah dan nilai perjuangan mereka harus terus diwariskan kepada generasi selanjutnya,” katanya.
Ketua Umum Pakatuan, Pdt. Shephard Supit, berharap agar acara seperti ini dapat terus berlanjut dan berkembang, semakin besar, serta semakin banyak tokoh yang mendapatkan penghargaan atas jasa-jasanya bagi bangsa.
“Generasi muda harus diajak untuk mengenal sejarah dan mengambil inspirasi dari perjuangan para pendahulu dalam membangun Indonesia. Semoga Pakatuan semakin solid dalam pelayanannya dan terus menjadi wadah persatuan serta inspirasi bagi banyak orang,” tambahnya.
Perayaan Natal, Kuncitaon, dan Apresiasi Pakatuan ini tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga warisan sejarah, persatuan, dan nilai-nilai kebangsaan yang telah diperjuangkan oleh para tokoh Minahasa terdahulu.
Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan Pakatuan dapat terus menjadi jembatan persatuan dan inspirasi bagi generasi mendatang, serta semakin memperkuat nilai-nilai keimanan dan kebangsaan dalam kehidupan berjemaat dan berbangsa.
Elly Wati Simatupang
Jurnalis
Pendiri Suara Lintas Indonesia
Komentar (0)
Login untuk memberikan komentar
Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar pada artikel ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Kategori Terkait
Tagar Terkait
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
Sepuluh Tahun Jokowi: Janji Masyarakat Adat yang Tak Kunjung Terealisasi
17 Aug 2024, 10:59 WIB
Brigjen TNI (Purn) B. Jerry Waleleng Dukung Yulius Selvanus Komaling, Cagub Sulut Nomor 1
05 Oct 2024, 07:32 WIB
Kemendag Bidik Lonjakan Ekspor Lewat TEI 2026
12 Jun 2026, 13:48 WIB
Halal Bihalal Tradisi Kumpul Menyatukan Ragam Perbedaan
05 May 2024, 07:10 WIB
Inggris Singkirkan Meksiko 3-2, Lolos Dramatis ke Perempat Final Piala Dunia 2026
06 Jul 2026, 10:31 WIB
Kolom Agama di KTP, Simbol Identitas atau Bentuk Diskriminasi?
06 Oct 2025, 03:50 WIB
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
Sepuluh Tahun Jokowi: Janji Masyarakat Adat yang Tak Kunjung Terealisasi
17 Aug 2024, 10:59 WIB
Brigjen TNI (Purn) B. Jerry Waleleng Dukung Yulius Selvanus Komaling, Cagub Sulut Nomor 1
05 Oct 2024, 07:32 WIB
Kemendag Bidik Lonjakan Ekspor Lewat TEI 2026
12 Jun 2026, 13:48 WIB
Halal Bihalal Tradisi Kumpul Menyatukan Ragam Perbedaan
05 May 2024, 07:10 WIB
Inggris Singkirkan Meksiko 3-2, Lolos Dramatis ke Perempat Final Piala Dunia 2026
06 Jul 2026, 10:31 WIB
Kolom Agama di KTP, Simbol Identitas atau Bentuk Diskriminasi?
06 Oct 2025, 03:50 WIB


