Madilog dan Proyek Rasionalitas di Tengah Pergulatan Ideologi
Nick Irwan
Penulis
SLN.com, JAKARTA — Ketika Indonesia belum merdeka dan perdebatan ideologi menguat, Tan Malaka menulis Madilog sebagai tawaran metode berpikir sistematis. Salah satu bagian yang kerap disorot adalah pembahasannya tentang...
SLN.com, JAKARTA — Ketika Indonesia belum merdeka dan perdebatan ideologi menguat, Tan Malaka menulis Madilog sebagai tawaran metode berpikir sistematis. Salah satu bagian yang kerap disorot adalah pembahasannya tentang Nasrani dan Yahudi.
Dalam Madilog Nasrani-Jahudi, Tan Malaka membedah agama melalui pendekatan materialisme dan dialektika. Ia mengaitkan perkembangan ajaran dengan kondisi sejarah dan dinamika masyarakat.
Madilog lahir dalam konteks kolonial, ketika arus nasionalisme, sosialisme, dan gerakan keagamaan saling berkelindan. Tan Malaka menilai pentingnya logika sebagai alat analisis sosial.
Baca Juga : Tan Malaka, Agama, dan Madilog: Membaca Nasrani–Yahudi Secara Rasional
Buku tersebut pertama kali terbit pada 1943 dan kemudian beredar luas setelah Indonesia merdeka. Dalam sejumlah studi sejarah pemikiran, Madilog disebut sebagai salah satu fondasi penting dalam tradisi intelektual modern Indonesia.
Pembahasan tentang agama dalam Madilog hingga kini masih menjadi bagian dari diskursus akademik, terutama terkait hubungan antara rasionalitas, sejarah, dan perkembangan ideologi di Indonesia.
Nick Irwan
Penulis
Penulis berita profesional dari Suara Lintas Nusantara.
Komentar (0)
Login untuk memberikan komentar
Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar pada artikel ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Kategori Terkait
Tagar Terkait
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
Anggota Polsubsektor Pulau Lancang Gelar Sambang Malam Tomas Ciptakan Sitkamtibmas Aman
19 Feb 2023, 04:53 WIB
Cak Herry SL Ketua MHT 2023, Hadiah Total Rp140 Juta
17 Feb 2023, 14:28 WIB
Konferensi Penginjil Nasional 2026 PGLII: Api yang Tak Pernah Padam
07 Jan 2026, 10:17 WIB
Ketua Umum PEWARNA Hadiri Puncak Perayaan 25 Tahun Pesantren Al-Zaytun
29 Aug 2024, 05:20 WIB
Train The Trainer Angkatan VII Asosiasi Crop Care Indonesia
24 Feb 2024, 03:33 WIB
Libur Sekolah, Pemerintah dan HIPPINDO Targetkan Transaksi Rp30 Triliun
09 Jun 2026, 21:29 WIB
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
Anggota Polsubsektor Pulau Lancang Gelar Sambang Malam Tomas Ciptakan Sitkamtibmas Aman
19 Feb 2023, 04:53 WIB
Cak Herry SL Ketua MHT 2023, Hadiah Total Rp140 Juta
17 Feb 2023, 14:28 WIB
Konferensi Penginjil Nasional 2026 PGLII: Api yang Tak Pernah Padam
07 Jan 2026, 10:17 WIB
Ketua Umum PEWARNA Hadiri Puncak Perayaan 25 Tahun Pesantren Al-Zaytun
29 Aug 2024, 05:20 WIB
Train The Trainer Angkatan VII Asosiasi Crop Care Indonesia
24 Feb 2024, 03:33 WIB
Libur Sekolah, Pemerintah dan HIPPINDO Targetkan Transaksi Rp30 Triliun
09 Jun 2026, 21:29 WIB


