Obrolan Umat Rpk: Dana Kas dan Bayang-Bayang Korupsi
Elly Wati Simatupang
Jurnalis
SLN.com, JAKARTA — Jumat sore (13/02), ruang siaran Radio Pelita Kasih di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, membincangkan tema yang akrab di telinga banyak komunitas, kas. Program radio Obrolan Umat (OBAT) menga...
SLN.com, JAKARTA — Jumat sore (13/02), ruang siaran Radio Pelita Kasih di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, membincangkan tema yang akrab di telinga banyak komunitas, kas. Program radio Obrolan Umat (OBAT) mengangkat topik bertajuk “Kasak-kusuk KAS”, membedah soal pengelolaan dana umat dan risiko penyalahgunaannya.
Hadir sebagai narasumber, S.T. Herbert Aritonang, advokat sekaligus pengamat sosial, menyoroti fenomena penggelapan dana kas yang menurutnya kerap berulang di berbagai lingkungan. Ia menyebut praktik tersebut bukan hanya pelanggaran moral, melainkan dapat masuk kategori tindak pidana korupsi bila memenuhi unsur hukum.
Dalam siaran itu, Herbert menjelaskan sejumlah faktor yang sering melatarbelakangi penggelapan, mulai dari tekanan ekonomi hingga pola hidup konsumtif. “Masalahnya sering bukan sekadar kebutuhan, tetapi gaya hidup,” ujarnya dalam diskusi tersebut.
Ia menekankan pentingnya sistem pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan dana komunitas. Menurutnya, sanksi terhadap pelaku harus tegas agar memberi efek jera. Dalam pandangannya, hukuman maksimal, bahkan hingga hukuman mati bagi koruptor, layak dipertimbangkan sebagai bentuk keseriusan negara melawan korupsi.
Herbert dikenal sebagai advokat yang kerap menyuarakan agenda antikorupsi. Di luar profesinya sebagai praktisi hukum, ia juga aktif sebagai Sintua atau pelayan gereja. Kombinasi peran itu membuatnya kerap berbicara tentang etika publik dan tanggung jawab sosial, termasuk dalam pengelolaan dana umat.
Program OBAT sore itu tidak hanya membahas aspek hukum, tetapi juga mengingatkan bahwa kas komunitas dibangun dari kepercayaan. Ketika kepercayaan retak, yang hilang bukan sekadar angka dalam pembukuan, melainkan legitimasi moral sebuah komunitas.
Elly Wati Simatupang
Jurnalis
Pendiri Suara Lintas Indonesia
Komentar (0)
Login untuk memberikan komentar
Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar pada artikel ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Kategori Terkait
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
1.000 Paket Sembako Dibagikan Panitia Natal Nasional untuk Warga Terdampak Erupsi Semeru
29 Nov 2025, 05:23 WIB
SMSI Menolak Pasal Yang Memberatkan Perusahaan Pers Start Up
19 Feb 2023, 04:49 WIB
Kolom Agama di KTP, Simbol Identitas atau Bentuk Diskriminasi?
06 Oct 2025, 03:50 WIB
Dari Hati ke Hati, Menteri Nusron Bahas Sertipikasi Tanah Wakaf dan Rumah Ibadah di Kaltim
24 Oct 2025, 07:33 WIB
Reforma Agraria Hidupkan Potensi Desa Bandung, dari Semak Belukar Jadi Sumber Ekonomi Masyarakat
23 Sep 2025, 16:20 WIB
Harga Sebuah Buku
09 Feb 2026, 01:45 WIB
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
1.000 Paket Sembako Dibagikan Panitia Natal Nasional untuk Warga Terdampak Erupsi Semeru
29 Nov 2025, 05:23 WIB
SMSI Menolak Pasal Yang Memberatkan Perusahaan Pers Start Up
19 Feb 2023, 04:49 WIB
Kolom Agama di KTP, Simbol Identitas atau Bentuk Diskriminasi?
06 Oct 2025, 03:50 WIB
Dari Hati ke Hati, Menteri Nusron Bahas Sertipikasi Tanah Wakaf dan Rumah Ibadah di Kaltim
24 Oct 2025, 07:33 WIB
Reforma Agraria Hidupkan Potensi Desa Bandung, dari Semak Belukar Jadi Sumber Ekonomi Masyarakat
23 Sep 2025, 16:20 WIB
Harga Sebuah Buku
09 Feb 2026, 01:45 WIB


