Pewarna Indonesia Gelar Diskusi Pentingnya Dukungan Mental
Elly Wati Simatupang
Jurnalis
suaralintasnusantara.com - Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, Pewarna Indonesia mengadakan diskusi bertajuk “Ingin Mati Bukan Tanda Kurang Iman, Melainkan Butuh Pertolongan” di Media Cen...
suaralintasnusantara.com - Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, Pewarna Indonesia mengadakan diskusi bertajuk “Ingin Mati Bukan Tanda Kurang Iman, Melainkan Butuh Pertolongan” di Media Center PGI, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (20/10/2024).
lAcara ini menghadirkan para ahli dari berbagai bidang, di antaranya Dr. Theresia Citraningtyas, MWH, PhD, Sp.KJ (Wakil Rektor III UKRIDA), August Hamonangan, S.H., M.H. (Anggota DPRD DKI Jakarta), dan Dr. Ashiong Munthe, S.Th., M.Pd. (Pengurus Pusat Pewarna Indonesia), dengan tujuan membuka mata masyarakat terhadap pentingnya dukungan bagi mereka yang mengalami krisis mental.
Diskusi yang dipandu oleh Nick Irwan, dengan Elly Wati Simatupang sebagai koordinator, menekankan urgensi untuk mendekati isu bunuh diri dengan empati dan pemahaman.
Sudut Pandang Psikiatri dan Kepekaan Masyarakat
Dalam pemaparannya, Dr. Theresia Citraningtyas menyampaikan perspektif yang menyentuh hati. “Keinginan untuk mati bukanlah refleksi lemahnya iman seseorang, melainkan jeritan permohonan akan pertolongan,” ungkapnya. Ia menekankan bahwa masyarakat harus merespons dengan empati, tidak menghakimi, dan berfokus pada proses penyembuhan.
Dr. Citraningtyas juga menggarisbawahi peran besar media dalam membentuk persepsi masyarakat tentang kesehatan mental. “Sebagai bagian dari komunitas, kita memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan yang mendukung pemulihan, termasuk dalam peran kita sebagai penulis dan penyampai informasi,” tambahnya. Ia mengingatkan bahwa kata-kata memiliki kekuatan besar dalam memperbaiki atau memperburuk kondisi mereka yang sedang mengalami krisis mental.
Dukungan Pemerintah dan Kebijakan Kesehatan Mental
Sementara itu, August Hamonangan dari DPRD DKI Jakarta menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menyediakan layanan kesehatan mental yang mudah diakses. “Kami harus memastikan bahwa setiap orang memiliki akses yang mudah ke layanan ini, melalui regulasi yang berpihak pada kesehatan mental,” tegasnya. Ia berharap, dengan kebijakan yang tepat, langkah preventif dan solusi dapat diterapkan secara efektif untuk menciptakan sistem dukungan yang siap siaga di tengah masyarakat.
Pendekatan Holistik Agama dan Kesehatan Mental
Dr. Ashiong Munthe turut menyoroti peran agama sebagai kekuatan spiritual dalam membantu individu yang sedang mengalami tekanan mental. Namun, ia menekankan pentingnya bantuan profesional. “Pendekatan holistik sangat dibutuhkan, di mana komunitas agama berperan dalam memberikan pengharapan, tetapi tetap mengandalkan bantuan psikologis dari tenaga ahli,” jelasnya.
Tanggung Jawab Kolektif dalam Mengatasi Isu Bunuh Diri
Diskusi ini menggugah kesadaran bahwa bunuh diri bukanlah masalah individu semata, melainkan tanggung jawab bersama. Nick Irwan, selaku moderator, mengajak peserta merenung: “Bagaimana kita sebagai masyarakat dapat memberikan reaksi yang konstruktif ketika berada di sekitar orang yang mengalami tekanan berat? Apakah kita membantu atau malah memperburuk kondisi mereka?”
Harapan ke Depan
Melalui diskusi ini, Pewarna Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari komunitas penyembuh yang aktif dalam membangun budaya empati dan solidaritas dalam menangani isu bunuh diri. Organisasi ini mendorong kolaborasi lintas sektor guna mencegah tindakan bunuh diri, dengan menempatkan empati dan dukungan psikologis sebagai pilar utama dalam menciptakan perubahan sosial yang lebih baik.
Acara ini disambut dengan antusias oleh peserta yang terdiri dari perwakilan berbagai elemen masyarakat dan media. Mereka berharap lebih banyak diskusi serupa diadakan, untuk memperkuat kesadaran publik bahwa meminta pertolongan bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah penting menuju pemulihan. (Ews)
Elly Wati Simatupang
Jurnalis
Pendiri Suara Lintas Indonesia
Komentar (0)
Login untuk memberikan komentar
Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar pada artikel ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Kategori Terkait
Tagar Terkait
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
Tri Adhianto-Harris Bobihoe Unggul di Pilkada Kota Bekasi 2024 dengan 48 Persen Suara
28 Nov 2024, 02:51 WIB
Menteri ATR/Kepala BPN Dorong Sertipikasi Tanah Sawah untuk Kemakmuran Desa
09 May 2023, 13:34 WIB
Siswa SD Tanjung Duren Utara Ungkap Cita-Cita Jadi Polisi di Depan Personel Satlantas Jakarta Barat
20 Sep 2024, 04:28 WIB
Menanggapi Isu Keamanan Sertifikat Elektronik, Menteri Nusron Pastikan Sistem Backup Berlapis Telah Diterapkan
21 Feb 2025, 14:26 WIB
Kerispatih Rilis Album Fase Tiga, Bukti Tetap Eksis Meski Tersisa Tiga Personel
26 Aug 2025, 17:20 WIB
Menjembatani Harapan Rakyat: Strategisnya Peran Partai Politik
19 Sep 2025, 04:24 WIB
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
Tri Adhianto-Harris Bobihoe Unggul di Pilkada Kota Bekasi 2024 dengan 48 Persen Suara
28 Nov 2024, 02:51 WIB
Menteri ATR/Kepala BPN Dorong Sertipikasi Tanah Sawah untuk Kemakmuran Desa
09 May 2023, 13:34 WIB
Siswa SD Tanjung Duren Utara Ungkap Cita-Cita Jadi Polisi di Depan Personel Satlantas Jakarta Barat
20 Sep 2024, 04:28 WIB
Menanggapi Isu Keamanan Sertifikat Elektronik, Menteri Nusron Pastikan Sistem Backup Berlapis Telah Diterapkan
21 Feb 2025, 14:26 WIB
Kerispatih Rilis Album Fase Tiga, Bukti Tetap Eksis Meski Tersisa Tiga Personel
26 Aug 2025, 17:20 WIB
Menjembatani Harapan Rakyat: Strategisnya Peran Partai Politik
19 Sep 2025, 04:24 WIB


