620 Titik, Satu Doa untuk Indonesia
Nick Irwan
Jurnalis
Peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia menjadi ruang perjumpaan bagi sejumlah gereja dari berbagai denominasi. Para pemimpin dan umat Kristen berkumpul dalam Momentum Kesatuan Doa Nasional (MKDN) 2026. Dari sana, doa untuk Indonesia disatukan melalui jaringan yang disebut berlangsung di 620 titik di 38 provinsi.
SLNpost, Jakarta- Gerakan doa bersama yang melintasi sekat denominasi digelar bertepatan dengan peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Berpusat di Balai Sarbini, Jakarta, Senin sore (17/08), perwakilan sejumlah aras gereja nasional, antara lain PGI, KWI, PGLII, PGPI, PGBI, GOI, Bala Keselamatan, dan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, berkumpul dalam Momentum Kesatuan Doa Nasional (MKDN) 2026.
MKDN digagas bersama Jaringan Doa Nasional (JDN), Full Gospel Business Men's Fellowship International (FGBMFI), serta sejumlah gereja, lembaga pelayanan, jaringan doa dan komunitas Kristen. Penyelenggara menyebut kegiatan serupa berlangsung serentak di 620 titik yang tersebar di 38 provinsi.
Fasilitator Umum JDN Aristakus Tarigan mengatakan keserentakan tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan kesatuan umat Kristen dalam mendoakan Indonesia. Doa menjadi ruang bersama untuk membawa berbagai persoalan bangsa ke dalam refleksi iman.
Landasan kegiatan itu merujuk pada 2 Tawarikh 7:14, yang memuat ajakan kepada umat untuk merendahkan diri, berdoa, mencari wajah Tuhan, dan berbalik dari jalan yang dianggap keliru.

“Kita memerlukan doa. Melalui doa, kita akan memahami apa yang Tuhan inginkan bagi Indonesia,” ujar Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Darwin Darmawan.
Bagi Darwin, doa tidak hanya berkaitan dengan kehidupan keagamaan pribadi. Ia menempatkannya sebagai bagian dari upaya umat memahami arah kehidupan bangsa.
Di Balai Sarbini, rangkaian doa juga diisi pujian dari sejumlah pelayan musik gereja. Sidney Mohede dari JPCC Worship membawakan lagu “Doa Kami”. Penampilan lain datang dari Eldhy Victor, IFGF Praise, GKII Worship Team, Paduan Suara Bala Keselamatan, Gekari Damai Sejahtera Worship Team, serta JDN Worship Team.
Toni Mulya mengatakan MKDN diarahkan menjadi ruang bagi gereja-gereja untuk mengambil bagian dalam kehidupan bangsa. Ia menyebut kegiatan tersebut bukan berhenti pada pertemuan di Jakarta, tetapi dilanjutkan melalui jaringan doa di berbagai daerah.
Gagasan itu salah satunya diwujudkan melalui program Indonesia Menyembah 5, yang mendorong gereja-gereja di sejumlah kota membangun mezbah doa dan penyembahan bagi Indonesia.
Bagi penyelenggara, perbedaan latar belakang gereja tidak menjadi penghalang untuk bertemu dalam agenda yang sama. Para pemimpin dan tokoh gereja yang hadir kemudian mendeklarasikan pentingnya kesatuan Tubuh Kristus dalam puncak kegiatan MKDN 2026.
Pesan yang dibawa sederhana, doa ditempatkan sebagai salah satu bentuk partisipasi umat dalam kehidupan bangsa. Di tengah perayaan kemerdekaan, gereja memilih mengambil ruang untuk mengingat kembali persoalan Indonesia melalui doa dan kebersamaan.
Nick Irwan
Jurnalis
Jurnalis berdedikasi dengan fokus pada berita investigasi dan human interest.
Komentar (0)
Login untuk memberikan komentar
Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar pada artikel ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Kategori Terkait
Tagar Terkait
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
Setya Kita Pancasila Perkuat Sinergi dengan KOREM 051/Wijayakarta
29 Mar 2025, 09:03 WIB
Pewarna Banten Resmi Dilantik: Teguhkan Semangat Jurnalisme Bernilai Kristiani di Era Digital
06 Oct 2025, 07:00 WIB
Mengenal Sosok Theodora Amfotis Caleg DPR RI Dapil DKI 3 Jakarta kader Partai Kebangkitan Nusantara
11 Dec 2023, 10:01 WIB
Hasil Penelitian Temukan Sertipikat Berada di Luar Garis Pantai, Kementerian ATR/BPN Akan Lakukan Proses Pembatalan
23 Jan 2025, 16:41 WIB
Harapan Masyarakat Adat Sihaporas dan Dolok Parmonangan untuk Dukungan Memperjuangkan Keadilan
13 Sep 2024, 02:28 WIB
Petani dan Nelayan Kabupaten Batang Terima Sertifikat Elektronik: Wujud Kemudahan dan Pengakuan Hak
14 Dec 2024, 04:13 WIB
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
Setya Kita Pancasila Perkuat Sinergi dengan KOREM 051/Wijayakarta
29 Mar 2025, 09:03 WIB
Pewarna Banten Resmi Dilantik: Teguhkan Semangat Jurnalisme Bernilai Kristiani di Era Digital
06 Oct 2025, 07:00 WIB
Mengenal Sosok Theodora Amfotis Caleg DPR RI Dapil DKI 3 Jakarta kader Partai Kebangkitan Nusantara
11 Dec 2023, 10:01 WIB
Hasil Penelitian Temukan Sertipikat Berada di Luar Garis Pantai, Kementerian ATR/BPN Akan Lakukan Proses Pembatalan
23 Jan 2025, 16:41 WIB
Harapan Masyarakat Adat Sihaporas dan Dolok Parmonangan untuk Dukungan Memperjuangkan Keadilan
13 Sep 2024, 02:28 WIB
Petani dan Nelayan Kabupaten Batang Terima Sertifikat Elektronik: Wujud Kemudahan dan Pengakuan Hak
14 Dec 2024, 04:13 WIB


