RKKN & Anak Negeri Center, Kecam Tindakan Intoleran di Republik Indonesia
Elly Wati Simatupang
Jurnalis
SuaraLintasNusantara.com/Jakarta -Indonesia menganut pedoman dasar bernegara dengan Pancasila (Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kemufakatan dan Keadilan Sosial)- ini menjadi landasan dalam berkehidupan berbangsa dan be...
SuaraLintasNusantara.com/Jakarta -Indonesia menganut pedoman dasar bernegara dengan Pancasila (Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kemufakatan dan Keadilan Sosial)- ini menjadi landasan dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara di Republik ini.
Rumah Kerja Kerukunan Nusantara, menelisik masih adanya tindakan di tengah masyarakat yang terindikasi adanya Sikap Intoleran. Maka pada Jumat, 24 Maret 2023 di bilangan menteng Jakpus, Ketua RKKN mengecam keras tindakan Intoleran yang dapat menimbulkan friksi.
Saya merasa kecewa terhadap tindakan orang atau rombongan orang yang mengatasnamakan agama untuk membatasi ruang gerak ibadah pemeluk agama lain, terang Ali Nasrullah selaku Ketua RKKN.
Menanggapi masih adanya tindakan Intoleran, Ketua Anak Negeri Center - Saliyun SH juga turut memberikan sikap bahwa dari sisi budaya dan kearifan lokal, negeri ini dibangun dengan prinsip kebersamaan, dimana ada sesanti Bhineka Tunggal Ika yang sampai saat ini dipegang teguh untuk keberlanjutan kehidupan masyarakat.
Saliyun SH melalui sambungan telepon menjelaskan bahwa dirinya siap memberikan pendampingan hukum jika diminta untuk melakukan fasilitasi Non Litigasi dalam rangka menjaga kondusifitas serta tatanan masyarakat di Negeri Indonesia, agar terus terlaksana pembangunan menuju kemajuan yang diharapkan.
Saya sebagai Anak Negeri, mengecam keras tindakan arogansi atas nama agama untuk memaksakan kehendaknya dalam kehidupan masyarakat, karena jelas bertentangan dengan prinsip trilogi Kerukunan beragama yang sudah sejak dulu kita sepakati bersama, tegas Direktur Eksekutif Anak Negeri Center.
Terjadinya kasus penutupan paksa salah satu area ibadah milik perorangan di daerah Kulon Progo Jogja, mencoreng nilai nilai kerukunan dan di khawatirkan menimbulkan friksi sosial yang berdampak negatif pada tatanan kehidupan bernegara di Indonesia, oleh karenanya wajib segera di tuntaskan secara persuasif dan dengan prinsip saling memanusiakan manusia, pungkas Saliyun SH.
Reporter : Sixta Imaniar
Elly Wati Simatupang
Jurnalis
Pendiri Suara Lintas Indonesia
Komentar (0)
Login untuk memberikan komentar
Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar pada artikel ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Kategori Terkait
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
Europe on Screen 2026 Dorong Lahirnya Talenta Baru Perfilman Indonesia
17 Jun 2026, 15:15 WIB
Menag RI Hadiri Puncak Perayaan Natal Nasional 2024: Teguhkan Persatuan dalam Keberagaman
28 Dec 2024, 13:01 WIB
Dubes RI di Uzbekistan: Pengalaman Indonesia Kelola Kemajemukan Layak Dicontoh Negara Lain
15 Sep 2025, 15:40 WIB
Dukung Program Pemerintah, PGPI Siap Bersinergi dengan Pewarna Indonesia
10 Aug 2024, 11:16 WIB
Panggung di Atas Pundak yang Lelah
08 Dec 2025, 09:13 WIB
Dideklarasikan sebagai Kota Lengkap, Transaksi Hak Tanggungan Kota Tegal Capai Rp108 Miliar per Bulan
09 May 2023, 16:05 WIB
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
Europe on Screen 2026 Dorong Lahirnya Talenta Baru Perfilman Indonesia
17 Jun 2026, 15:15 WIB
Menag RI Hadiri Puncak Perayaan Natal Nasional 2024: Teguhkan Persatuan dalam Keberagaman
28 Dec 2024, 13:01 WIB
Dubes RI di Uzbekistan: Pengalaman Indonesia Kelola Kemajemukan Layak Dicontoh Negara Lain
15 Sep 2025, 15:40 WIB
Dukung Program Pemerintah, PGPI Siap Bersinergi dengan Pewarna Indonesia
10 Aug 2024, 11:16 WIB
Panggung di Atas Pundak yang Lelah
08 Dec 2025, 09:13 WIB
Dideklarasikan sebagai Kota Lengkap, Transaksi Hak Tanggungan Kota Tegal Capai Rp108 Miliar per Bulan
09 May 2023, 16:05 WIB


