Investor Asing Perlu Disaring
Nick Irwan
Jurnalis
Indonesia Timur menyimpan potensi besar, tetapi investasi tak boleh datang tanpa penyaringan. Dalam dialog di RPK FM, Corry Angelica Waleleng menegaskan pentingnya memfilter investor agar ramah lingkungan, menyerap tenaga kerja lokal, dan membantu menekan tingginya angka NEET.
SLNpost, Jakarta- Penjajakan investasi asing ke Indonesia Timur dinilai perlu dibarengi mekanisme penyaringan (screening) yang ketat agar tidak hanya mengejar nilai investasi, tetapi juga melindungi lingkungan, menghormati kearifan lokal, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Pandangan itu disampaikan Sociopreneur muda sekaligus pendiri North Sulawesi Investment Group (NSIG), Corry Angelica Waleleng, dalam program Obrolan Umat (OBAT) di Radio Pelita Kasih (RPK) FM, Jakarta, Jumat (31/7).
Menurut Corry, Indonesia Timur memiliki potensi besar di sektor energi, perikanan, pertanian, dan pariwisata. Namun, investasi yang masuk harus disesuaikan dengan kebutuhan daerah serta memastikan adanya penyerapan tenaga kerja lokal.
"Kita memfilter investor yang masuk agar sesuai dengan kebutuhan daerah. Kunci utamanya adalah memenuhi kebutuhan lokal, tidak merusak lingkungan, dan menyerap tenaga kerja anak muda setempat," ujarnya.
Corry menilai persoalan sumber daya manusia juga perlu mendapat perhatian. Ia melihat masih banyak anak muda di Indonesia Timur yang kesulitan memperoleh kesempatan kerja maupun pelatihan yang sesuai dengan potensi daerah. Kondisi itu dinilai ikut berkontribusi terhadap tingginya jumlah generasi muda yang tidak bekerja, tidak sedang menempuh pendidikan, maupun pelatihan (Not in Employment, Education, or Training/NEET).
Karena itu, ia menekankan bahwa investasi tidak boleh berhenti pada pembangunan industri semata. Pendidikan vokasi, pelatihan kerja, hingga transfer teknologi perlu menjadi bagian dari komitmen investor agar masyarakat lokal mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja.
Sejumlah regulasi juga mengharuskan setiap proyek yang berpotensi berdampak penting terhadap lingkungan menjalani proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Bagi Corry, keberhasilan investasi di Indonesia Timur tidak hanya diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari sejauh mana investasi tersebut menjaga lingkungan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Nick Irwan
Jurnalis
Jurnalis berdedikasi dengan fokus pada berita investigasi dan human interest.
Komentar (0)
Login untuk memberikan komentar
Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar pada artikel ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!
Kategori Terkait
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
Perekrutan PKD Panwascam Koja Diduga Terindikasi Terlibat Praktek KKN
07 Feb 2023, 02:46 WIB
Perbandingan Program MBG Indonesia dengan Jepang dan Brasil
20 Feb 2026, 06:08 WIB
Menteri AHY Dinobatkan sebagai Tokoh Transformasi Digital di Bidang Pertanahan
18 Oct 2024, 12:31 WIB
Diskusi Nasional: Pemuda Kristen Harus Ambil Peran di Tengah Gejolak Politik
15 Sep 2025, 03:28 WIB
MAP dan AYS Resmi Kantongi B1-KWK dari NasDem, Menanti Dukungan Hanura untuk Melaju di Pilkada 2024
14 Aug 2024, 08:22 WIB
PGI Mengecam Larangan Pelaksanaan Jalsah Salanah Jamaah Ahmadiyah Indonesia
05 Dec 2024, 13:14 WIB
Artikel Terkait
Artikel Lainnya
Perekrutan PKD Panwascam Koja Diduga Terindikasi Terlibat Praktek KKN
07 Feb 2023, 02:46 WIB
Perbandingan Program MBG Indonesia dengan Jepang dan Brasil
20 Feb 2026, 06:08 WIB
Menteri AHY Dinobatkan sebagai Tokoh Transformasi Digital di Bidang Pertanahan
18 Oct 2024, 12:31 WIB
Diskusi Nasional: Pemuda Kristen Harus Ambil Peran di Tengah Gejolak Politik
15 Sep 2025, 03:28 WIB
MAP dan AYS Resmi Kantongi B1-KWK dari NasDem, Menanti Dukungan Hanura untuk Melaju di Pilkada 2024
14 Aug 2024, 08:22 WIB
PGI Mengecam Larangan Pelaksanaan Jalsah Salanah Jamaah Ahmadiyah Indonesia
05 Dec 2024, 13:14 WIB


